Selamat datang di Komunitas Blog Hama dan Penyakit Tumbuhan

Kamis, 18 Desember 2014

KATAM TERPADU Mendukung Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai 


       Perubahan iklim merupakan gejala alam yang telah terjadi di tingkat global, regional, maupun lokal. Salah satu dampaknya adalah perubahan awal dan akhir musim tanam yang sangat berpengaruh terhadap pola tanam, luas tanam, dan produksi tanaman. Akibat perubahan iklim, hampir setiap tahun petani berhadapan dengan pergeseran musim terkait dengan perubahan pola curah hujan. Selain itu, tidak jarang pula petani berhadapan dengan kondisi iklim yang ekstrim, baik kering (El-Nino) maupun basah (La-Nina). Kondisi iklim tersebut, memicu ancaman banjir, kekeringan dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berakibat pada penurunan produksi tanaman, bahkan gagal panen.
Perubahan pola curah hujan harus menjadi perhatian serius dalam mengatur pola termasuk waktu dan luas tanam, agar kesinambungan produksi dan kemandirian pangan nasional tidak terancam. Untuk itu, sangat diperlukan suatu pedoman berupa “Kalender Tanam Terpadu” yang didukung dengan sistem informasi berbasis web yang handal.
Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tahun 2007 telah menyusun Atlas Kalender Tanam Jawa pada skala 1:250.000 (Volume I), Sumatera (Volume II, 2008). Atlas Kalender Tanam Kalimantan (Volume III, 2009), Sulawesi (Volume IV, 2009), dan Kawasan Timur Indonesia (Volume V, 2010) (buka web ini untuk masuk ke KATAM). Informasi yang dimuat dalam kalender tanam antara lain berupa waktu dan pola tanam, serta luas tanam potensial setiap musim sesuai dengan kondisi basah, normal, dan kering. Untuk menyederhanakan penggunaan, output dikemas dalam suatu perangkat lunak berbasis web interaktif.
Manfaat dan Sasaran
1.   Menentukan waktu tanam setiap musim (MH, MK-1 dan MK-2).
2.   Menentukan pola tanam, rotasi tanam dan rekomendasi teknologi pada skala kecamatan.
3.   Menduga potensi luas tanam untuk mendukung sistem perencanaan tanam dan produksi tanaman pangan.
4.   Mengurangi resiko penurunan dan kegagalan produksi serta kerugian petani akibat banjir, kekeringan dan serangan OPT.

Informasi yang Ditampilkan dalam KATAM
1.    Curah hujan dan prediksi awal musim
2.    Awal musim tanam
3.    Pola Tanam
4.    Luas tanam potensial per kecamatan
5.    Rekomendasi dosis pupuk
6.    Rekomendasi kebutuhan pupuk
7.    Rekomendasi varietas padi
8.    Potensi serangan OPT
9.    Wilayah rawan banjir & kekeringan

          Dengan adanya Sistem Informasi KATAM terpadu ini diharapkan semua pihak yang terlibat dalam upaya P2BN bisa saling bersinergi untuk bisa memanfaatkan sistem ini.  Namun, sistem informasi kalender tanam terpadu yang bersifat dinamis dan real time pada masing-masing musim ini, akan terus dievaluasi untuk diperbaiki, diperbaharui, dikembangkan, baik substansi maupun sistem, agar kebutuhan pengguna terhadap kapan waktu tanam pada musim tanam ke depan, rekomendasi teknologi dan informasi lainnya dapat dipenuhi. Berikut tampilan Katam Terpadu..... 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar